Jalan Menghindari Neraka - Alur Cerita Film ROAD TO PERDITION
“Semua
dari kita di lingkungan ini adalah pembunuh,” kata John Rooney yang diperankan Paul Newman. Pengakuan hitam itu
diucapkan orang nomor satu mafia di Illinois karena tangan kanannya, Michael
Sullivan yang diperankan Tom Hanks,
mengadu istri dan anaknya dibunuh. Pembunuhnya adalah Connor yang diperankan Daniel Craig, anak John sendiri.
Motifnya adalah semacam rasa cemburu karena John lebih dekat kepada Michael.
Dalam
kebimbangan berpihak kepada anaknya atau tangan kanannya, John meminta Michael
untuk pergi mencari hidup baru. Lupakan semua yang terjadi dan dia dilindungi
selama perjalanan. Karenanya John membesarkan hati Michael dengan mengatakan:
“Semua dari kita di lingkungan ini adalah pembunuh.”
Dalam
kebusukan para decision maker seperti
itu, sudah barang tentu di masyarakat terjadi
kesewenangan. Geng-geng jalanan sampai yang berjaringan rapi dan kuat
bermunculan. Mafia penguasa perdagangan minuman keras adalah salah satu geng
papan atasnya. Sama halnya dengan jaringan pengedar narkoba saat ini. Siapa
yang bisa mengontrol menyusupnya virus-virus kebusukan ke tubuh masyarakat bila
para petinggi negaranya sendiri sibuk bersilat lidah untuk menutupi kebusukan?
Sayangnya latar belakang sosial yang
muram seperti itu tidak diulas sutradara Sam Mendez. Meski begitu, film Road To Perdition adalah film yang memukau. Cerita yang diambil dari komik Max Allan Collins
(penulis komik Dick Tracy) ini sebenarnya penuh dengan kekerasan dan kekejaman.
Tapi di tangan sutradara penerima Oscar lewat film American Beauty ini, yang
tinggal adalah kemuraman. Dan sebuah ‘puisi hitam’ yang menjadi pengalaman
universal.
Hubungan kekeluargaan, cinta ayah dan anak, lebih menandai kemurungan setting situasi hitam itu. Perdition sendiri bisa diasosiasikan sebagai neraka. Ini adalah perjuangan seorang ayah, bukan saja membalaskan dendam pribadinya, tapi juga berusaha melarang anaknya untuk tidak mengikuti jejaknya.
Alur ceritanya sendiri sangat menarik. Dibuka
dan ditutup begitu puitis. Tapi itu bisa dirasakan saat ditonton langsung. Mari
kita ikuti ceritanya.
John Rooney adalah mafia nomor satu di
Illinois. Tangan kanannya adalah Michael Sullivan. Dia setia, pintar, penembak
ulung, dingin juga, dan mencintai John seperti kepada bapaknya. Michael ini
memang yatim piatu waktu diajak John Rooney sejak kecil.
Michael Sullivan hidup bahagian dengan
istri yang bernama Annie Sullivan, dan dua anaknya, Peter dan Michael. Peter
dan Michael adalah anak yang baik, cenderung penurut dan sangat mencintai kedua
orang tuanya. Tapi mereka penasaran, apa sih pekerjaan ayah mereka?
Suatu malam Michael Sulliven dan Connor
yang merupakan anak John Rooney, saat hujan turun, akan bekerja. Mereka
mengunjungi Finn, anak buah John Rooney yang ketahuan membangkang. Kedua mafia
itu tidak tahun Michael jr, anak Michael Sulliven, yang penasaran itu,
bersembunyi di jok belakang mobil.
Saat Connor dan Michael Sulliven
menembak Finn, tentu saja Michael jr. melihatnya. Dia kabur tapi dikejar. Dan
saat Michael Sullivan tahu yang mengintip itu anaknya, Sulliven cemas. Dia
berjanji kepada Connor bahwa anaknya tidak akan membocorkan kejadian malam itu.
Beberapa hari kemudian Michael Sulliven mendapat
tugas menagih ke sebuah tempat hiburan dengan memberikan sebuah surat. Sulliven
sudah dilucuti senjatanya saat menghadapi si boss tempat hiburan. Dan saat si
boss membaca surat, dia terpana. Karena isinya: Bunuh Sulliven dan hutang
lunas. Si boss cepat meraih pistol di atas meja, tapi Sulliven yang sadar
gelagat, segera merebut dan menembak boss dan pengawalnya. Dia terkejut waktu
membaca isi surat. Dia sadar, dia dan keluarganya, terutama Michael jr. akan
disingkirkan. Dia cepat pulang.
Di rumah, Annie dan Peter memang sudah
ditembak oleh Connor. Michael jr. yang justru selamat karena sedang tidak di
rumah. Sulliven segera membawa Michael jr. pergi. “Ini bukan rumah kita lagi. Ini
sekarang jadi gedung kosong,” kata Sullivan.
Mereka pun pergi mencari perlindungan. Mereka
mengunjungi Frank Nitti, anak buah Al Capone, di Chicago. Sullivan mau mengabdi
kepada Frank asal dibantu membunuh yang membantai keluarganya. Tapi Frank
menolak. Dan di sebelah ruangan tempat mereka berbincang, sudah ada John Rooney
dan Conor yang rupanya sudah datang lebih dulu.
Michael Sulliven dan anaknya segera
pergi. Kepergiannya dibarengi dengan Frank menghubungi pembunuh bayaran bernama
Harlen Maguire. Harlen yang diperankan Jude Law ini pembunuh bayaran unik. Dia
suka memotret detik-detik akhir korbannya meninggal.
Di jalan Micheel Sullivan dan Michael jr
dibuntuti Harlen. Tapi mereka bisa meloloskan diri. Michael Sulliven mau
mengantarkan Michael jr. ke rumah bibinya di Perdition, tapi tempat indah di
tepi pantai itu sudah diintai Harlen, makanya tidak jadi.
Rencana Micael Sulliven berubah. Dia
merampok tabungan John Rooney di setiap bank. Maksudnya, mencari perhatian
Rooney dan akan ditukar dengan Conor yang telah membantai keluarganya. Saat
merampok, Michael Sullivan tahu bahwa Conors pun bertahun-tahun sudah mencuri
uang bapaknya.
Dalam sebuah penyergapan, Michael
Sullivan tertembak tangannya. Untungnya Harlen pun tertembak pelipisnya hingga
tidak bisa mengejar. Michael jr yang sudah bisa menyetir mobil membawa bapaknya
ke sebuah peternakan terpencil yang dikelola suami istri tua tanpa anak.
Michael jr minta tolong. Setelah sehat, Michael Sullivan pamit dengan
meninggalkan sejumlah uang, meski suami-istri petani-peternak tua itu menyukai
mereka.
Michael Sullivan melanjutkan misinya.
Dia menemui John Rooney di gudang gereja, tawaran penukaran uang yang dirampok
dengan Conors pun diucapkan, John Rooney menolak. Dia tahu penghianatan anaknya,
tapi bagaimanapun Conor tetap anaknya. Saat itulah John Rooney berkata: “Semua
dari kita di lingkungan ini adalah pembunuh.”
Kalimat yang miris. Dan Michael Sullivan
sebagai mafia terlatih pun nekad. Suatu malam saat hujan turun, saat John
Rooney dan genknya keluar restoran dan mendapatkan sopirnya terbunuh, Michael
Sullivan membantainya dengan senapan mesin. Semuanya mati. Conors pun dicari
dan ditembak. Michael Sullivan merasa aman. Dia membawa Michael jr. ke
Perdition, ke rumah bibinya di tepi pantai.
Ternyata rumah bibinya yang indah itu
sudah kosong. Saat Michael Sullivan melihat ombak dari dalam rumah, setelah
mengetahui bibinya tidak ada di mana-mana, dia lambat menyadari. Harlen menembaknya
beberapa kali dari belakang. Saat sekarat, Harlen memotretnya dan menyuruhnya
tersenyum. Saat itulah Michael jr. masuk ke dalam rumah dan menodongkan pistol.
Tapi Michael jr. tidak berani menarik pelatuk pistol. Saat Harlen membujuk
memberikan pistolnya dan mendekat, ada pistol yang meledak. Ternyata itu
pistolnya Michael Sullivan yang masih mampu menembak sebelum kematiannya.
Harlen pun mati.
“Aku kemudian melihat, bahwa ayahku
hanya takut... anak laki-lakinya akan mengikuti jalan yang sama,” kata Micael
jr. menutup cerita, di tepi pantai yang indah. Sebuah penutup film yang puitis.
Michael jr. pun kembali ke
petani-peternak tua dan tidak pernah berhubungan kembali dengan dunia mafia.


0 Response to "Jalan Menghindari Neraka - Alur Cerita Film ROAD TO PERDITION"
Posting Komentar